Beberapa Istilah Terkait Pelaksanaan UN 2017

  1. Satuan Pendidikan adalah satuan pendidikan dasar dan menengah yang meliputi Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah (SMP/ MTs) Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah (SMA/ MA) atau/Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) /Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) /yang sederajat, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan/ Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/ MAK) atau yang sederajat, dan Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), serta lembaga pendidikan yang menyelenggarakan Program Paket B/ Wustha dan Program Paket C

  2. Pendidikan Kesetaraan yang selanjutnya disingkat PK adalah pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan setara SMP, SMA atau yang sederajat, dan SMK atau yang sederajat mencakup Program Paket B/ Wustha dan Program Paket C.

  3. Jenjang Pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.

  4. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.

  5. Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut USBN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan satuan pendidikan untuk mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar.

  6. Ujian Sekolah/ Madrasah/ Pendidikan Kesetaraan selanjutnya disebut Ujian Sekolah adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik terhadap standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran yang tidak diujikan dalam USBN dilakukan oleh Satuan Pendidikan.

  7. Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan pada Program Paket B/Wustha setara SMP/ MTs atau yang sederajat dan Program Paket C setara SMA/ MA atau yang sederajat.

  8. Nilai Ujian Nasional yang selanjutnya disebut Nilai UN adalah nilai yang diperoleh peserta didik melalui UN.

  9. Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan profesional yang bertugas menyelenggarakan UN.

  10. Program Wustha adalah pendidikan dasar 3 (tiga) tahun pada Pondok Pesantren Salafiyah setingkat Program Paket B dengan kekhasan pendalaman pendidikan agama Islam.

  11. Kisi-Kisi Ujian adalah acuan untuk mengembangkan dan merakit naskah soal UN, US, dan USBN yang disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, standar isi, dan kurikulum yang berlaku.

  12. Sertifikat Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disebut SHUN adalah surat keterangan yang berisi Nilai UN serta tingkat capaian Standar Kompetensi Lulusan yang dinyatakan dalam kategori.

  13. Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional yang selanjutnya disebut POS UN adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan UN.

  14. Prosedur Operasi Standar Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut POS USBN adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN.

  15. Prosedur Operasi Standar Ujian Sekolah yang selanjutnya disebut POS US adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan US.

  16. Kementerian adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  17. Menteri adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

  18. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.

  19. Pemerintah Daerah adalah pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/ kota.

    sumber: Permendibud No 3 Tahun 2017

1,113 total views, no views today

Hal Unik Seputar Ujian Sekolah Dan USBN 2017

Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut USBN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan satuan pendidikan untuk mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar.

Pada tahun ini, untuk pertama kalinya bagi SLTP/sederajat dan SMA/sederajat melaksanakan hajatan USBN, walaupun sebelumnya sekolah lanjutan pertama dan lanjutan atas sudah lama mengenal dan melaksanakan UjianĀ  Sekolah dan yang paling familiar adalah Ujian Nasional. Sehingga pada tahun 2017, sekolah-sekolah ini wajib melaksanakan USBN.

Lalu apa bedanya US dan USBN?
Berikut ini penjelasan tentang keduanya:

  • Sesuai dengan amanat Permendikbud RI Nomor 3 Tahun 2017, Ujian Sekolah/ Madrasah/Pendidikan Kesetaraan yang selanjutnya disebut Ujian Sekolah adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik terhadap standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran yang tidak diujikan dalam USBN dilakukan oleh Satuan Pendidikan. Maka disinilah letak perbedaanya.

  • Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Satuan Pendidikan wajib melakukan sosialisasi UN, US, dan USBN.

  • USBN sebagaimana dimaksud dalam Permendikbud RI Nomor 3 Tahun 2017 diikuti oleh peserta didik pada SMP/ MTs, SMA/ MA atau SMAK/SMTK, dan SMK/ MAK, kecuali peserta didik pada SPK

  • Kisi-Kisi Soal USBN disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, standar isi, dan kurikulum yang berlaku

  • Naskah USBN terdiri atas:

      1. sejumlah 20% (dua puluh persen) sampai dengan 25% (dua puluh lima persen) butir soal disiapkan oleh Kementerian;

      2. sejumlah 75% (tujuh puluh lima persen) sampai dengan 80% (delapan puluh persen) butir soal disiapkan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk SMP/ MTs atau yang sederajat dan SMA/ MA/ SMK atau yang sederajat di bawah koordinasi dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya

  • Penyiapan dan penggandaan bahan US dan USBN dilakukan oleh Satuan Pendidikan

  • Biaya pelaksanaan US dan USBN bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara, Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah, anggaran Satuan Pendidikan yang bersangkutan dan /atau sumber lain yang sah dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

  • Setiap orang, kelompok, dan / atau lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan UN , US, dan USBN wajib menjaga kejujuran, kerahasiaan, keamanan, dan kelancaran pelaksanaan UN, US, dan USBN

  • Penilaian hasil belajar oleh Satuan Pendidikan dilakukan melalui US dan USBN Sedangkan Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan melalui UN

  • Setiap peserta didik pada jalur formal wajib mengikuti paling sedikit 1 (satu) kali UN, US, dan USBN

  • Satuan Pendidikan wajib menyampaikan nilai rapor dan nilai US dan USBN kepada Kementerian untuk kepentingan peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan

  • Ketentuan lebih lanjut mengenai USBN diatur dalam POS USBN yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal terkait

  • Prosedur Operasi Standar Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut POS USBN adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN

916 total views, no views today

Ini Perbedaan UN 2016 Dan UN 2017

Pada tanggal 17 januari 2017 Permendikbud RI Nomor 3 Tahun 2017 telah ditetapkan dan dipublish sebagai pedoman penilaian hasil belajar oleh pemerintah melalui Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US).

Lima hari berselang terbitlah Peraturan BSNP NOMOR: 0043/P/BSNP/I/2017 Tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2016/2017, atau yang paling akrab dikenal dengan istilah POS UN.

Beberapa perubahan kerap kali muncul ketika dua regulasi ini diterbitkan oleh pemerintah. Yang paling Nampak di tahun 2017, sedikitnya ada 5 hal unik yang jadi pembeda UN 2016 dan UN 2017. Berikut ini penjelasannya:

  1. Ujian Nasional yang belum berbasis komputer atau masih menggunakan cara lama, dalam juknis tahun ini dikenal dengan istilah UNKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil)

  2. Di tahun 2017 UNBK jadi prioritas utama, tanpa mengabaikan sedikit pun substansi pelaksanaan UNKP. Dalam Juknis UN 2017 Bab pembahasan tentang pelaksanaan UNBK mendahului Bab pembahasan pelaksanaan UNKP. Bahkan lewat edaran Mendikbud, sekolah-sekolah didorong sebisa dan sebanyak mungkin melaksanakan UNBK 2017.

  3. Jadwal Pelaksanaan UNKP dibuat sedikit berbeda dari tahun sebelumnya dilihat dari Jam pelaksanaan. Karena seperti biasanya pelaksanaan UN utama itu dimulai pukul 07.30 s/d 09.30. Tapi kalau kita lihat untuk tahun ini seperti yang ada di penampakan POS UN 2017, pelaksanaan UNKP utama dimulai pukul 10.30 s/d 12.30. Entah mungkin karena alasan kesiapan sekolah di hari-H pelaksanaan, sehingga dibuatlah perubahan ini. Bahkan untuk wilayah provinsi Bali dan NTT ada pengkhususan. Provinsi NTT libur keagamaan tanggal 10-16 April 2017, UNKP SMA/MA dilaksanakan pada tanggal 3-6 April 2017 bersamaan dengan UNKP SMK/MAK. Sedangkan untuk Provinsi Bali libur keagamaan tanggal 3-6 April 2017, UNKP SMK/MAK dilaksanakan pada tanggal 10-13 April 2017 bersamaan dengan UNKP SMA/MA

  4. Penjadwalan waktu pelaksanaan UNKP SMK/MAK dibuat terpisah dengan waktu pelaksanaan UNKP SMA/MA. Untuk UNKP SMK/MAK dimulai pelaksanaanya pada hari senin, 03 April 2017, lalu seminggu kemudian tepatnya pada hari senin, 10 April 2017, dimulailah pelaksanaan UNKP SMA/MA. Sehingga pelaksanaan UNKP untuk dua jenjang sekolah yang berbeda ini di tahun 2017 pastinya tidak bersamaan.

  5. Di tahun 2017 Ada penambahan satu jenis ujian yaitu Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Karena pada tahun sebelumnya kita hanya mengenal UN dan US. Selebihnya tentang pembahasan USBN diatur dalam Permendikbud RI Nomor 3 Tahun 2017.

Itulah sedikitnya ada 5 perbedaan yang bisa ditemui dalam pelaksanaan UNKP tahun ini dibandingkan dengan pelaksanaan UNKP tahun-tahun sebelumnya.

Ini hanya semacam pendapat yang diambil berdasarkan aturan-aturan pelaksanaan UN yang sudah diterbitkan oleh pemerintah pada tahun 2017, lewat Permendikbud dan POS UN dari BSNP.

1,661 total views, no views today

Kesempatan Sinkronisasi Untuk Perbaikan Data Calon Peserta UN

Yth. Bapak/Ibu
1.    Kepala Sekolah
2.    Operator Dapodik

di seluruh Indonesia

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada pengumuman Tanggal 19 Desember 2016 disampaikan  bahwa sehubungan akan dilakukan pemeliharaan server Dapodikdasmen, maka Tanggal 1 Januari s/d 15 Januari 2017 server Dapodikdasmen akan down dan sekolah tidak diijinkan melakukan sinkronisasi. Dalam perkembangannya bahwasannya pada saat ini Puspendik sedang menyiapkan data Calon Peserta UN Tahun 2017, dimana secara teknis data tersebut bersumber dari Dapodikdasmen. Kondisi saat ini banyak sekolah yang melaporkan bahwa data siswa Calon Peserta UN sekolahnya belum seluruhnya valid dan harus dilakukan perbaikan melalui Aplikasi Dapodik.

Dengan pertimbangan tersebut diatas maka saat ini server Dapodikdasmen telah kembali dibuka dan sekolah dapat melakukan sinkronisasi. Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan bagi sekolah yang data Calon Peserta UN nya belum valid, untuk segera melakukan perbaikan data dan selanjutnya disinkronisasi. Untuk itu dihimbau sekolah untuk segera melakukan pengecekkan data khususnya data siswa kelas 6, 9 dan 12 pada Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017.

Mengingat batas waktu perbaikan data di laman http://ubk.kemdikbud.go.id adalah tanggal 15 Januari 2017, maka pihak sekolah diharapkan melakukan cek ulang untuk data peserta didik dan jika ditemukan kesalahan untuk segera dilakukan perbaikan. Jika perbaikan sudah dilakukan, maka segera lakukan pengiriman data atau sinkronisasi di aplikasi Dapodik versi 2016 C. kami mohon informasi ini bisa disampaikan pada teman teman operator lainnya untuk bisa segera melakukan perbaikan data. Sinkronisasi akan di tutup kembali pada tanggal 16 Januari 2017 Jam 23.59 WIB.

Demikian informasi yang kami sampaikan dan atas perhatian serta kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Satu Data,

Admin Dapodikdasmen

Sumber: http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id

889 total views, no views today

Ujian Kompetensi Kejuruan 2017

Uji Kompetensi Keahlian (UKK) adalah bagian dari intervensi Pemerintah dalam menjamin mutu pendidikan pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Pelaksanaan UKK bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu sesuai Kompetensi Keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran di SMK. UKK terdiri dari Ujian Praktik Kejuruan yang umumnya diselenggarakan sebelum pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Teori Kejuruan yang merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Ujian Nasional.

Ujian Praktik Kejuruan dapat dilaksanakan menggunakan standar yang ditetapkan oleh industri, Lembaga Sertifikasi Profesi dan perangkat uji yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Tempat-tempat uji kompetensi. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan UKK harus dinyatakan layak sebagai tempat uji kompetensi oleh koordinator Ujian Nasional Tingkat Provinsi atau Lembaga Sertifikasi Profesi. Perangkat ujian praktik yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersifat terbuka dan peserta uji dapat berlatih menggunakan perangkat ujian tersebut sebelum pelaksanaan ujian.

Secara umum perangkat Uji Kompetensi Keahlian terdiri atas :

  1. Kisi-kisi Soal/Ujian Teori kejuruan (KST). Kisi-kisi soal ujian Teori Kejuruan merupakan konsep, prinsip-prinsip, prosedur, materi,bahan, dan lain-lain yang harus dikuasai peserta uji dalam melaksanakan pekerjaan bidang tertentu. Kisi-kisi ujian Teori kejuruan terbuka untuk umum.

  2. Soal Teori Kejuruan (STK) adalah berupa soalpilihan ganda dengan 5 opsi jawaban. Soal Teori Kejuruan terdiri dari model Ujian Nasional Berbasis Kertas (Paper-based Test) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (Computer-based Test).

  3. Kisi-kisi Soal Praktik Kejuruan (KSP). Kisi-kisi soal ujian Praktik Kejuruan merupakan kompetensi utama Standar Kompetensi danKompetensi Dasar yang harus dikuasai peserta uji dalam melaksanakan pekerjaan bidang tertentu. Kisi-kisi ujian Praktik kejuruan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan perangkat ujian praktik kejuruan (Soal Praktik Kejuruan, LembarPedoman Penilaian, dan Instrumen Verifikasi)

  4. Soal Praktik Kejuruan (SPK) adalah berupa penugasanbagi peserta uji untuk membuat atau proses dan mengerjakan suatu produk/jasa

  5. Lembar Pedoman Penilaian Soal Praktik (PPsp) adalah rubrik yang digunakan untuk pemberian skor setiap komponen penilaian. Lembar penilaian memuat komponen penilaian, sub-komponen penilaian, pencapaian kompetensi, dan kriteria penilaian.

  6. Instrumen Verifikasi Penyelenggara Ujian Praktik Kejuruan (InV) adalah instrumen yang digunakan untuk menilai kelayakan satuan pendidikan atau institusi lain sebagai tempat penyelenggaraan ujian Praktik Kejuruan. Instrumen verifikasi memuat standar persyaratan peralatan utama, standar persyaratan peralatan pendukung,standar persyaratan tempat/ruang serta memuat persyaratan penguji yang terdiri atas penguji internal dan eksternal.

    Perangkat-perangkatujian tersebut dapat diunduh melalui tautan berikut ini :

  • Kisi-kisi Soal/Ujian Teori Kejuruan Download
  • Perangkat Ujian Praktik Kejuruan (Draft Final) Download

Sumber: http://psmk.kemdikbud.go.id

 

1,350 total views, no views today