Hal Unik Seputar Ujian Sekolah Dan USBN 2017

Hal Unik Seputar Ujian Sekolah Dan USBN 2017

Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut USBN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan satuan pendidikan untuk mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar.

Pada tahun ini, untuk pertama kalinya bagi SLTP/sederajat dan SMA/sederajat melaksanakan hajatan USBN, walaupun sebelumnya sekolah lanjutan pertama dan lanjutan atas sudah lama mengenal dan melaksanakan Ujian  Sekolah dan yang paling familiar adalah Ujian Nasional. Sehingga pada tahun 2017, sekolah-sekolah ini wajib melaksanakan USBN.

Lalu apa bedanya US dan USBN?
Berikut ini penjelasan tentang keduanya:

  • Sesuai dengan amanat Permendikbud RI Nomor 3 Tahun 2017, Ujian Sekolah/ Madrasah/Pendidikan Kesetaraan yang selanjutnya disebut Ujian Sekolah adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik terhadap standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran yang tidak diujikan dalam USBN dilakukan oleh Satuan Pendidikan. Maka disinilah letak perbedaanya.

  • Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Satuan Pendidikan wajib melakukan sosialisasi UN, US, dan USBN.

  • USBN sebagaimana dimaksud dalam Permendikbud RI Nomor 3 Tahun 2017 diikuti oleh peserta didik pada SMP/ MTs, SMA/ MA atau SMAK/SMTK, dan SMK/ MAK, kecuali peserta didik pada SPK

  • Kisi-Kisi Soal USBN disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, standar isi, dan kurikulum yang berlaku

  • Naskah USBN terdiri atas:

      1. sejumlah 20% (dua puluh persen) sampai dengan 25% (dua puluh lima persen) butir soal disiapkan oleh Kementerian;

      2. sejumlah 75% (tujuh puluh lima persen) sampai dengan 80% (delapan puluh persen) butir soal disiapkan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk SMP/ MTs atau yang sederajat dan SMA/ MA/ SMK atau yang sederajat di bawah koordinasi dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya

  • Penyiapan dan penggandaan bahan US dan USBN dilakukan oleh Satuan Pendidikan

  • Biaya pelaksanaan US dan USBN bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara, Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah, anggaran Satuan Pendidikan yang bersangkutan dan /atau sumber lain yang sah dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

  • Setiap orang, kelompok, dan / atau lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan UN , US, dan USBN wajib menjaga kejujuran, kerahasiaan, keamanan, dan kelancaran pelaksanaan UN, US, dan USBN

  • Penilaian hasil belajar oleh Satuan Pendidikan dilakukan melalui US dan USBN Sedangkan Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan melalui UN

  • Setiap peserta didik pada jalur formal wajib mengikuti paling sedikit 1 (satu) kali UN, US, dan USBN

  • Satuan Pendidikan wajib menyampaikan nilai rapor dan nilai US dan USBN kepada Kementerian untuk kepentingan peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan

  • Ketentuan lebih lanjut mengenai USBN diatur dalam POS USBN yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal terkait

  • Prosedur Operasi Standar Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut POS USBN adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN

624 total views, 2 views today

Leave a Reply

Close Menu